Minggu, 21 Februari 2016

SPESIFIKASI SAMSUNG GALAXY S7 EDGE

Pada beberapa bulan yang lalu telah di isukan oleh beberapa media informasI digital mengenai Samsung, perusahaan smartphone terbesar di dunia akan segera merilis ponsel anyar di tahun 2016 ini pada seri tertingginya yakni Samsung Galaxy S Series. Produk ini di luncurkan dengan 2 varian, Samsung Galaxy S7 dan Samsung Galaxy S7 Edge.
Setelah berhasil pada tahun kemarin, 2014 dan 2015 meluncurkan Samsung Galaxy S5dan Samsung Galaxy S6 di pasaran gadget dunia. Akhirnya sebentar lagi segera di resmikan pemasaran dan penjualan produk hp Samsung terbaru pada tanggal 8 dan 15 April 2016 yang akan datang. Penjualan Samsung Galaxy S7 ini sudah di lakukan dalam sistem preorder.
Sehingga ketika nanti sudah di rilis, pihak yang melakukan pre-order akan langsung di kirimkan barang yang pesannya. Proses preorder ini bisa di lakukan langsung di website resminya Samsung yang bisa anda lihat di sini : http://www.samsung.com/id/consumer/mobile-devices/smartphones/galaxy-s/galaxy-s7/ . Pembayaran menggunakan kartu kredit master card dan visa.
Setelah di jelaskan mengenai isu kebenaranya, tentu sahabat digitalponsel.com ingin sekali mengetahui seperti apa spesifikasi Samsung Galaxy S7 seri terbaru ini? Benar begitu bukan? Ya.. mau di bahas spesifikasinya dari mana ? Alangkah baiknya di bahas dari spesifikasi yang ringan terlebih dahulu ya untuk seri S7 baru nanti yang paling inti. Seperti yang di informasikan dalam event global unpacking yang bisa kamu tonton di sini http://www.youtube.com/samsungmobile.  Begitu pula dengan spesifikasi Samsung Galaxy S7 Edge yang perbedaanya kurang lebih hampir sama dalam review Samsung Galaxy S7. Yuk mari….

Fitur-fitur dan Spesifikasi Samsung Galaxy S7


NETWORK Samsung Galaxy S7

Menggunakan 3 technology network dan yang terbaru memberikan leluasa user untuk melakukan komunikasi serta bertukar data baik file dan dokument. Ke tiga jaringan tersebut diantaranya 2G, yang menggunakan frekuensi GSM 850 / 900 / 1800 / 1900. Perlu di ketahui juga bahwa seri S7 ini menggunakan dal sim card,  SIM 1 & SIM 2 (dual-SIM model only).
Sedangkan untuk jaringan 3G yang pada 3 tahun terakhir yang lalu sempat memberikan koneksi jaringan internet yang cepat di bandingkan sebelumnya. Frekuensi yang di gunakan adalah HSDPA 850 / 900 / 1900 / 2100. Frekuensi ini pada dasarnya semua smartphone hampir sama. Namun ada juga yang berbeda, hal ini tergantung dari vendornya memberikan chip frekuensi dengan rentan berapa hingga berapa untuk menerima jaringan untuk berkomunikasi secara wireles.
Lalu di network yang terbaru 4G, jaringan yang kita ketahui bahwa penemunya merupakan orang Indonesia yang sedang menempuh penelitian/pembelajaran di Jepang. Lalu kemudian 4G ini di hak patenkan dan di kembangkan oleh teknologi dunia. Yang sekarang sudah bisa di nikmati jaringannya di beberapa ponsel yang sudah support dengan 4G. Pada ponsel ini menggunakan tipe LTE.
Kecepatan akses internet cukup cepat yaitu pada mode jaringan HSPA mampun mendapatkan data download upload sebesar 42.2/5.76 Mbps, dan sedangkan pada mode jaringan LTE Cat9 memperoleh kecepatan download upload 450/50 Mbps.
Samsung Galaxy S7 dan S7 Edge Water Resistant
Source: samsung.com

Galaxy S7 Water-resistant ?

Tidak hanya S7 saja yang memiliki kelebihan pada display nya yang di lindungi dari perilaku user yang kadang kala teledor dalam menggunakan smartphoenya dari Air. Kamu tahu bukan kalau manusia itu tidak bisa hidup tanpa air, maka dari itu Samsung menciptakan ponsel ini dengan water resistant agar dapat melindungi dari beberapa kecelakaan ringan dengan ponsel anda. S7 edge & Galaxy S7 memiliki rating IP68 yang dapat bertahan di dalam air dengan kedalaman 1.5 meter dan selama 30 menit.
Samsung Galaxy S7 dan S7 Edge dESIGN
Sumber: samsung.com

Design Galaxy S7 dan S7 Edge sama ?

Bisa di lihat dari gambar di atas yang di ambil dari situs resminya samsung, bahwa dua ponsel yang akan di luncurkan mendatang beda desainnya. Dengan ukuran display S7 5.1 inchi dengan ukuran 1440 x 2560 pixels (~577 ppi pixel density) tanpa lekukan lengkung di pinggir. Berbeda dengan Samsung Galaxy S7 Edge yang lebih elegant lagi denga layar berukuran 5.5 inchi dengan ukuran 5.5 inches (~76.1% screen-to-body ratio) dan lengkungan di bagian pinggirnya. Lengkungan ini terdapat menu-menu yang kerap kali di gunakan oleh user.
Jenis layar yang di gunakan sudah Super AMOLED capacitive touchscreen, 16M colors, samsung memberikan jaminan warna yang di tampilkan pada layar kaca ponsel ini lebih cerah lagi di banding sebelumnya, serta ke sensitivan sensor sentuhya juga cukup responsive.
Sudah tahu belum? Jika ukuran layar Galaxy S7 dan S7 Edge di atas adalah sudah menggunakan Quad HD kualitasnya dan sudah di proteksi Corning Gorilla Glass 4.
Bagaimana? Seri mana yang ingin kamu miliki dari dua seri terbaru galaxy S series di atas? Jelas S7 Edge ya? hhe .
Samsung Galaxy S7 dan S7 Edge Kamera Terbaik
Sumber: Samsung.com

Kamera Galaxy S7 dan Edge Unggulkan hasil

Belum membaca tulisan ini kamu yang sudah melihat gambar di atas tentu sudah menilai bahwa kamera samsung galaxy s7 dan s7 edge ini kembali menawarkan kualitas kamera yang cukup luar biasa. Fitur-fitur kameranya juga tidak mau kalah dengan ponsel rival nya yakni dari Sony dan Apple iPhone 6 dan iPhone 7 yang kabarnya juga akan di rilis pada bulan yang akan datang.
Kamera utama S7 dan S7 Edge pada bagian belakang yang sering di sebut dengan kamera utama/primary camera memiliki ukuran 12 MP, f/1.7, 26mm, dengan pendukung phase detection autofocus, OIS, dan LED flash. Fitur kameranya seperti 1/2.6″ sensor size, 1.4 µm pixel size, geo-tagging, touch focus, face detection, Auto HDR, dan membuat foto panorama.
Mampu membuat sebuah video dengan kualitas dan tipikal 2160p@30fps, 1080p@60fps, 720p@240fps, HDR, dual-video rec dengan kamera yang dimiliki S7 dan S7 Edge.
Untuk kamera sekundernya juga di bekali dengan ukuran yang cukup besar jika di lihat dari pada umumnya untuk kamera sekunder, yakni 5 MP, f/1.7, 22mm, dengan fitur dual video call dan Auto HDR.
Kamera utama dan sekundernya akan menyajikan hasil yang lebih detile dan rendah dari cahaya yang tidak sesuai dengan sudut foto.

Minggu, 14 Februari 2016

SEJARAH KERAJAAN ACEH

A. Kehidupan Politik

Kerajaan Aceh didirikan Sultan Ali Mughayat Syah pada tahun 1530 setelah melepaskan diri dari kekuasaan Kerajaan Pidie. Tahun 1564 Kerajaan Aceh di bawah pimpinan Sultan Alaudin al-Kahar (1537-1568). Sultan Alaudin al-Kahar menyerang kerajaan Johor dan berhasil menangkap Sultan Johor, namun kerajaan Johor tetap berdiri dan menentang Aceh. Pada masa kerajaan Aceh dipimpin oleh Alaudin Riayat Syah datang pasukan Belanda yang dipimpin oleh Cornelis de Houtman untuk meminta ijin berdagang di Aceh.

Penggantinya adalah Sultan Ali Riayat dengan panggilan Sultan Muda, ia berkuasa dari tahun 1604-1607. Pada masa inilah, Portugis melakukan penyerangan karena ingin melakukan monopoli perdagangan di Aceh, tapi usaha ini tidak berhasil.

Setelah Sultan Muda digantikan oleh Sultan Iskandar Muda dari tahun 1607-1636, kerajaan Aceh mengalami kejayaan dalam perdagangan. Banyak terjadi penaklukan di wilayah yang berdekatan dengan Aceh seperti Deli (1612), Bintan (1614), Kampar, Pariaman, Minangkabau, Perak, Pahang dan Kedah (1615-1619).

Gejala kemunduran Kerajaan Aceh muncul saat Sultan Iskandar Muda digantikan oleh Sultan Iskandar Thani (Sultan Iskandar Sani) yang memerintah tahun 1637-1642. Iskandar Sani adalah menantu Iskandar Muda. Tak seperti mertuanya, ia lebih mementingkan pembangunan dalam negeri daripada ekspansi luar negeri. Dalam masa pemerintahannnya yang singkat, empat tahun, Aceh berada dalam keadaan damai dan sejahtera, hukum syariat Islam ditegakkan, dan hubungan dengan kerajaan-kerajaan bawahan dilakukan tanpa tekanan politik ataupun militer.

Pada masa Iskandar Sani ini, ilmu pengetahuan tentang Islam juga berkembang pesat. Kemajuan ini didukung oleh kehadiran Nuruddin ar-Raniri, seorang pemimpin tarekat dari Gujarat, India. Nuruddin menjalin hubungan yang erat dengan Sultan Iskandar Sani. Maka dari itu, ia kemudian diangkat menjadi mufti (penasehat) Sultan. Pada masa ini terjadi pertikaian antara golongan bangsawan (Teuku) dengan golongan agama (Teungku).

Seusai Iskandar Sani, yang memerintah Aceh berikutnya adalah empat orang sultanah (sultan perempuan) berturut-turut. Sultanah yang pertama adalah Safiatuddin Tajul Alam (1641- 1675), janda Iskandar Sani. Kemudian berturut-turut adalah Sri Ratu Naqiyatuddin Nurul Alam, Inayat Syah, dan Kamalat Syah. Pada masa Sultanah Kamalat Syah ini turun fatwa dari Mekah yang melarang Aceh dipimpin oleh kaum wanita. Pada 1699 pemerintahan Aceh pun dipegang oleh kaum pria kembali.

Pada tahun 1816, sultan Aceh yang bernama Saiful Alam bertikai dengan Jawharul Alam Aminuddin. Kesempatan ini dipergunakan oleh Gubernur Jenderal asal Inggris, Thomas Stanford Raffles yang ingin menguasai Aceh yang belum pernah ditundukkan oleh Belanda. Ketika itu pemerintahan Hindia Belanda yang menguasai Indonesia tengah digantikan oleh pemerintahan Inggris. Pada tanggal 22 April 1818, Raffles yang ketika itu berkedudukan di Bengkulu, mengadakan perjanjian dagang dengan Aminuddin. Berkat bantuan pasukan Inggris akhirnya Aminuddin menjadi sultan Aceh pada tahun 1816, menggantikan Sultan Saiful Alam.

Pada tahun 1824, pihak Inggris dan Belanda mengadakan perjanjian di London, Inggris. Traktat London ini berisikan bahwa Inggris dan Belanda tak boleh mengadakan praktik kolonialisme di Aceh. Namun, pada 1871, berdasarkan keputusan Traktat Sumatera, Belanda kemudian berhak memperluas wilayah jajahannya ke Aceh.

Dua tahun kemudian, tahun 1873, Belanda menyerbu Kerajaan Aceh. Alasan Belanda adalah karena Aceh selalu melindungi para pembajak laut. Sejak saat itu, Aceh terus terlibat peperangan dengan Belanda. Lahirlah pahlawan-pahlawan tangguh dari Aceh, pria-wanita, di antaranya Teuku Umar, Cut Nyak Dien, Panglima Polim.

Perang Aceh ini baru berhenti pada tahun 1912 setelah Belanda mengetahui taktik perang orang-orang Aceh. Runtuhlah Kerajaan Aceh, yang dikenal sebagai Serambi Mekah, yang telah berdiri selama tiga abad lebih. Kemenangan Belanda ini berkat bantuan Dr. Snouck Horgronje, yang sebelumnya menyamar sebagai seorang muslim di Aceh. Pada tahun 1945 Aceh menjadi bagian dari Republik Indonesia.
Sejarah Kerajaan Aceh | www.zonasiswa.com
Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh ~ Salah Satu Peninggalan Kerajaan/Kesultanan Aceh


B. Kehidupan Ekonomi

Kehidupan ekonomi masyarakat Aceh adalah dalam bidang pelayaran dan perdagangan. Pada masa kejayaannya, perekonomian berkembang pesat. Penguasaan Aceh atas daerah-daerah pantai barat dan timur Sumatra banyak menghasilkan lada. Sementara itu, Semenanjung Malaka banyak menghasilkan lada dan timah. Hasil bumi dan alam menjadi bahan ekspor yang penting bagi Aceh, sehingga perekonomian Aceh maju dengan pesat.

Bidang perdagangan yang maju menjadikan Aceh makin makmur. Setelah Sultan Ibrahim dapat menaklukkan Pedir yang kaya akan lada putih, Aceh makin bertambah makmur. Dengan kekayaan melimpah, Aceh mampu membangun angkatan bersenjata yang kuat. Pada masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda, Aceh mencapai puncak kejayaan. Dari daerah yang ditaklukkan didatangkan lada dan emas sehingga Aceh merupakan sumber komoditas lada dan emas.

Aceh cepat tumbuh menjadi kerajaan besar karena didukung oleh faktor sebagai berikut.

  1. Letak ibu kota Aceh sangat strategis, yaitu di pintu gerbang pelayaran dari India dan Timur Tengah yang akan ke Malaka, Cina, atau ke Jawa.
  2. Pelabuhan Aceh (Olele) memiliki persyaratan yang baik sebagai pelabuhan dagang. Pelabuhan itu terlindung oleh Pulau We, Pulau Nasi, dan Pulau Breuen dari ombak besar.
  3. Daerah Aceh kaya dengan tanaman lada sebagai mata dagangan ekspor yang penting. Aceh sejak dahulu mengadakan hubungan dagang internasional.
  4. Jatuhnya Malaka ke tangan Portugis menyebabkan pedagang Islam banyak yang singgah ke Aceh, apalagi setelah jalur pelayaran beralih melalui sepanjang pantai barat Sumatra.


C. Kehidupa Sosial-budaya

Letak Aceh yang strategis menyebabkan perdagangannya maju pesat. Dengan demikian, kebudayaan masyarakatnya juga makin bertambah maju karena sering berhubungan dengan bangsa lain. Contoh dari hal tersebut adalah tersusunnya hukum adat yang dilandasi ajaran Islam yang disebut Hukum Adat Makuta Alam.

Menurut Hukum Adat Makuta Alam pengangkatan sultan haruslah semufakat hukum dengan adat. Oleh karena itu, ketika seorang sultan dinobatkan, ia berdiri di atas tabal, ulama yang memegang Al-Qur’an berdiri di kanan, sedangkan perdana menteri yang memegang pedang berdiri di kiri.

Hukum Adat Makuta Alam memberikan gambaran kekuasaan Sultan Aceh, seperti berikut:

  1. mengangkat panglima sagi dan ulebalang, pada saat pengangkatan mereka mendapat kehormatan bunyi dentuman meriam sebanyak 21 kali;
  2. mengadili perkara yang berhubungan dengan pemerintahan;
  3. menerima kunjungan kehormatan termasuk pedagang-pedagang asing;
  4. mengangkat ahli hukum (ulama);
  5. mengangkat orang cerdik pandai untuk mengurus kerajaan;
  6. melindungi rakyat dari kesewenang-wenangan para pejabat kerajaan.


Dalam menjalankan kekuasaan, sultan mendapat pengawasan dari alim ulama, kadi, dan Dewan Kehakiman. Mereka terutama bertugas memberi peringatan kepada sultan terhadap pelanggaran adat dan syara’ yang dilakukan.

Sultan Iskandar Muda berhasil menanamkan jiwa keagamaan pada masyarakat Aceh yang mengandung jiwa merdeka, semangat membangun, rasa persatuan dan kesatuan, serta semangat berjuang antipenjajahan yang tinggi. Oleh karena itu, tidaklah berlebihan jika Aceh mendapat sebutan Serambi Mekah. Itulah sebabnya, bangsa-bangsa Barat tidak mampu menembus pertahanan Aceh.